Engineering Marketing

Engineering Marketing: Seni Membuat Strategi Bisa Diulang dan Dihitung

Daftar Isi

Di era digital yang serba cepat, banyak brand masih mengandalkan “perasaan” dan “insting” untuk menjalankan strategi pemasaran. Padahal, data dan teknologi sudah tersedia di depan mata. Inilah saatnya beralih ke pendekatan yang lebih terstruktur, terukur, dan bisa diulang: engineering marketing.

Istilah ini bukan sekadar jargon. Marketing engineering (atau engineering marketing) adalah pendekatan sistematis yang menggabungkan data, teknologi, dan prinsip rekayasa untuk menghasilkan keputusan pemasaran yang lebih tepat, efisien, dan terukur. Dengan model ini, strategi bukan lagi “coba‑coba”, melainkan proses yang bisa dirancang, diuji, dievaluasi, dan diulang dengan hasil yang konsisten.wikipedia+1


Quiz: Engineering Marketing

“Seni Membuat Strategi Bisa Diulang dan Dihitung”

1. Apa tujuan utama dari Engineering Marketing?

2. Komponen penting dalam Engineering Marketing adalah?

3. Apa manfaat menggunakan pendekatan Engineering Marketing?

4. Tools atau metode apa yang sering digunakan dalam Engineering Marketing?

5. Siapa yang paling diuntungkan dengan pendekatan ini?


Apa Itu Engineering Marketing?

Secara sederhana, engineering marketing adalah pemasaran yang dikerjakan seperti proyek teknik: ada perencanaan, desain, eksekusi, dan evaluasi berbasis data. Definisi akademik menyebutnya sebagai:

“A systematic approach to harness data and knowledge to drive effective marketing decision making and implementation through a technology‑enabled and model‑supported decision process.”[en.wikipedia]​

Artinya, marketing engineering tidak hanya mengandalkan kreativitas, tetapi juga menggunakan model, alat, dan sistem teknologi untuk mengubah data menjadi keputusan yang bisa diukur.

Beberapa ciri utama engineering marketing:

  • Data‑driven: setiap keputusan didukung data, bukan asumsi.
  • Model‑based: menggunakan model (misalnya funnel, customer journey, atau scoring lead) untuk memetakan strategi.
  • Terotomasi: memanfaatkan teknologi (CRM, analytics, marketing automation) agar eksekusi lebih efisien.
  • Terukur: setiap aktivitas punya KPI yang jelas dan bisa dilacak.

Dengan pendekatan ini, kampanye pemasaran bisa dirancang seperti sistem yang bisa di‑tuning, bukan sekadar “posting konten lalu lihat saja hasilnya”.


Kenapa Strategi Harus Bisa Diulang dan Dihitung?

Banyak brand mengalami fenomena yang sama: satu kampanye sukses, tapi tidak bisa direplikasi. Itu tanda bahwa strateginya tidak terstruktur, melainkan bergantung pada faktor kebetulan atau satu orang “ahli”.

Dengan engineering marketing, Anda mengejar dua hal:

  1. Strategi yang bisa diulang
    Artinya, pola yang berhasil bisa dijadikan template:
    • Format konten yang terbukti konversi tinggi.
    • Saluran (channel) yang paling efektif untuk segmen tertentu.
    • Alur customer journey yang sudah di‑map dan dioptimasi.
  2. Strategi yang bisa dihitung
    Setiap langkah punya angka:
    • Biaya per lead.
    • Conversion rate tiap tahap funnel.
    • ROI kampanye per bulan.

Ketika strategi sudah bisa diulang dan dihitung, tim tidak lagi “trial and error”, tetapi beroperasi seperti mesin yang bisa diperbaiki dan ditingkatkan terus‑menerus.instagram


Bagaimana Engineering Marketing Bekerja dalam Praktik?

Model marketing engineering umumnya mengikuti alur lima tahap: Data → Informasi → Insight → Keputusan → Implementasi.

1. Mengumpulkan dan Mengelola Data

Langkah pertama adalah mengumpulkan data yang relevan:

  • Data website: traffic, bounce rate, halaman yang paling banyak dikunjungi, konversi form.
  • Data media sosial: engagement rate, reach, sumber trafik.
  • Data penjualan: lead yang berasal dari channel tertentu, closing rate, nilai rata‑rata transaksi.

Dengan tools seperti Google Analytics, CRM, dan marketing automation, data ini bisa disatukan dalam satu sistem yang terpusat.

2. Mengubah Data Menjadi Informasi

Data mentah tidak cukup. Anda perlu mengolahnya menjadi informasi yang mudah dibaca:

  • Laporan mingguan atau bulanan.
  • Dashboard yang menampilkan KPI utama.
  • Segmentasi audiens (berdasarkan usia, lokasi, perilaku, dsb.).

Di sinilah peran marketing engineer atau tim yang memahami data: mereka merancang dashboard dan laporan yang membantu manajer pemasaran mengambil keputusan cepat.glints

3. Menemukan Insight yang Bisa Dipakai

Insight adalah pola atau temuan yang bisa mengubah strategi. Contoh:

  • Ternyata 70% lead datang dari artikel blog tertentu, bukan dari iklan berbayar.
  • Pengunjung yang membaca minimal 2 halaman cenderung menjadi pelanggan.
  • Iklan di jam tertentu menghasilkan konversi 2x lebih tinggi.

Dengan insight seperti ini, Anda bisa mengalokasikan anggaran lebih tepat dan mengubah pola konten atau jadwal kampanye.

4. Mengambil Keputusan Berbasis Model

Di tahap ini, Anda menggunakan model atau skenario untuk memutuskan:

  • Jika anggaran iklan naik 20%, berapa estimasi peningkatan lead?
  • Jika fokus pada konten SEO, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melihat kenaikan organic traffic?
  • Jika memperpanjang funnel dengan email nurturing, berapa potensi peningkatan closing rate?

Model ini bisa sederhana (spreadsheet) atau kompleks (machine learning), tergantung skala bisnis. Yang penting: keputusan tidak lagi “kira‑kira”, tetapi didukung simulasi dan data historis.

5. Implementasi dan Iterasi

Setelah keputusan diambil, tahap berikutnya adalah eksekusi:

  • Membuat konten sesuai strategi.
  • Menjalankan iklan dengan parameter yang sudah ditetapkan.
  • Mengatur automasi email atau chatbot.

Namun, engineering marketing tidak berhenti di sini. Setiap kampanye harus dievaluasi, dibandingkan dengan model awal, lalu diperbaiki. Inilah yang disebut iterative process: terus‑menerus menguji, mengukur, dan memperbaiki.


Tabel 1 — Elemen Penting dalam “Engineering Marketing”

ElemenFungsiDampak Jika Tidak Dijalankan
Data AnalitikMengetahui performa tiap channel & strategiStrategi jadi tebak-tebakan, sulit diulang
Funnel MarketingMengarahkan lead secara sistematisLeads hilang, konversi rendah
Standarisasi ProsesMembuat strategi bisa direplikasiSulit scale atau transfer knowledge
Testing & IterasiMemastikan strategi optimal sebelum scaleRisiko gagal tinggi, pemborosan budget
AutomasiMengurangi human error & konsistensiProses lambat, kesalahan manual sering terjadi

Tabel 2 — Kesalahan Umum yang Membuat Strategi Tidak Bisa Dihitung

KesalahanMengapa TerjadiAkibatnya
Tidak mendokumentasikan strategi“Kan sudah tahu timnya”Tidak bisa direplikasi, hilang saat tim berganti
Mengandalkan feeling“Marketing itu seni”Hasil tidak konsisten, sulit diukur
Tidak memantau metrik“Traffic & like sudah cukup”ROI & efektivitas strategi tidak jelas
Tidak melakukan split testing“Satu strategi cukup”Tidak tahu strategi mana yang paling efektif
Tidak ada standard operating procedure (SOP)“Tim bisa improvisasi”Kesalahan berulang, scaling susah

Contoh Penerapan Engineering Marketing di Dunia Nyata

Untuk memudahkan pemahaman, berikut beberapa contoh praktis engineering marketing yang bisa Anda adopsi:

1. Mengoptimalkan Website sebagai “Mesin Konversi”

Banyak website perusahaan hanya jadi pajangan: desain bagus, tapi tidak menghasilkan lead. Pendekatan engineering marketing akan melihat website sebagai sistem konversi yang bisa diukur dan dioptimasi.

Beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Mengukur conversion rate tiap halaman (homepage, layanan, kontak).
  • Mengidentifikasi titik kebocoran (misalnya banyak pengunjung keluar di halaman harga).
  • Menguji A/B berbagai elemen: tombol CTA, copy, layout, warna.

Dengan pendekatan ini, website bukan lagi “pajangan”, tetapi aset yang terus‑menerus diperbaiki dan memberi hasil yang konsisten.gowebbagus+1

2. Menggunakan Konten Blog sebagai “Pabrik Traffic”

Blog sering dianggap sekadar “tambahan”, padahal bisa menjadi sumber traffic organik yang stabil.

Dengan engineering marketing, Anda:

  • Menentukan topik yang paling relevan dengan persona.
  • Mengukur traffic dan konversi dari tiap artikel.
  • Mengidentifikasi jenis konten yang paling efektif (how‑to, case study, listicle).

Hasilnya, konten bisa disusun dalam struktur editorial yang terukur: tiap bulan ada tema utama, target keyword, dan KPI yang jelas.

3. Menggunakan Data untuk Menyusun Strategi Media Sosial

Media sosial sering dijalankan secara “spontan”. Di sisi lain, engineering marketing mengubahnya menjadi strategi yang terukur.linkedin+1

Contoh penerapan:

  • Mengukur engagement rate per jenis konten (reels, carousel, foto, UGC).
  • Menentukan waktu posting yang paling efektif.
  • Mengidentifikasi konten yang paling banyak mengarahkan ke website atau lead form.

Dengan data ini, Anda bisa membuat kalender konten yang terstruktur dan mengalokasikan sumber daya hanya pada format yang paling efektif.instagram+1


Peran Teknologi dan Tools dalam Engineering Marketing

Teknologi adalah tulang punggung engineering marketing. Tanpa tools yang tepat, data tidak bisa dikumpulkan, diolah, dan dijadikan keputusan yang cepat.

Beberapa kategori tools yang umum digunakan:

  • Analytics & Data: Google Analytics, GA4, heatmaps, funnel analysis.
  • CRM & Marketing Automation: HubSpot, Mailchimp, ActiveCampaign, atau sistem internal.
  • SEO & Content Tools: Ahrefs, SEMrush, atau tools riset keyword.
  • Social Media Management: Hootsuite, Buffer, atau platform native analytics.

Dengan integrasi yang baik, semua data ini bisa saling terhubung dan memberikan gambaran holistik tentang performa pemasaran.kemnaker


Mengapa Pendekatan Ini Penting untuk Bisnis di Indonesia?

Di Indonesia, banyak UMKM dan perusahaan menengah masih mengandalkan trial and error dalam pemasaran. Akibatnya, anggaran sering terbuang untuk kampanye yang tidak terukur.

Dengan engineering marketing, bisnis bisa:

  • Menghemat biaya dengan fokus pada saluran yang terbukti efektif.
  • Meningkatkan ROI karena setiap keputusan didukung data.
  • Membangun sistem yang tidak bergantung pada satu orang (misalnya “marketing jagoan” yang bisa resign kapan saja).

Selain itu, di era digital yang serba terhubung, data pelanggan menjadi aset strategis. Engineering marketing membantu bisnis memanfaatkan aset ini secara optimal, bukan hanya sekadar “posting konten dan berharap viral”.


Bagaimana Memulai Engineering Marketing di Tim Anda?

Jika Anda ingin menerapkan engineering marketing di perusahaan, berikut langkah‑langkah awal yang bisa diambil:

1. Menyusun Kerangka Strategi

Mulailah dengan merumuskan tujuan bisnis yang jelas:

  • Meningkatkan traffic organik sebesar X% dalam 6 bulan.
  • Meningkatkan lead sebesar Y% dari website.
  • Meningkatkan konversi penjualan sebesar Z%.

Dari tujuan ini, Anda bisa menurunkan KPI marketing yang terukur.wikipedia+1

2. Mengidentifikasi Data yang Dibutuhkan

Tentukan data apa saja yang harus dikumpulkan:

  • Data website.
  • Data media sosial.
  • Data penjualan dan CRM.

Pastikan semua data bisa diakses dan terintegrasi sebisa mungkin.

3. Membangun Sistem Pelaporan

Buat dashboard sederhana yang menampilkan:

  • Traffic dan konversi.
  • Lead per sumber.
  • ROI kampanye.

Dashboard ini akan menjadi alat utama untuk pengambilan keputusan.

4. Menguji dan Mengulang

Mulai dengan satu kampanye kecil:

  • Uji satu jenis konten.
  • Uji satu saluran.
  • Ukur hasilnya.

Jika berhasil, replikasi dan scale‑up. Jika tidak, analisis penyebabnya dan lakukan perbaikan.

5. Mengembangkan Budaya Data‑Driven

Yang paling penting: membangun budaya di mana setiap keputusan pemasaran didukung data, bukan hanya opini. Ini membutuhkan pelatihan, komunikasi yang jelas, dan komitmen dari manajemen.


Kesimpulan: Strategi Bukan Lagi “Perasaan”, Tapi Sistem

Engineering marketing bukan sekadar tren. Ini adalah evolusi pemasaran modern yang menggabungkan kreativitas, data, dan teknologi untuk menghasilkan strategi yang bisa diulang dan dihitung.wikipedia+1

Dengan pendekatan ini, Anda bisa:

  • Mengurangi ketergantungan pada “insting”.
  • Meningkatkan efisiensi anggaran.
  • Membangun sistem yang bisa terus‑menerus diperbaiki.

Bagi brand yang ingin tumbuh secara berkelanjutan, engineering marketing adalah langkah yang tidak bisa diabaikan. Strategi yang baik bukan hanya yang sekali sukses, tetapi yang bisa dijalankan berulang kali dengan hasil yang konsisten.


FAQ

1. Apa itu “Engineering Marketing”?

“Engineering Marketing” adalah pendekatan sistematis dalam marketing yang memungkinkan strategi direplikasi, diukur, dan dioptimalkan secara konsisten, bukan sekadar ide kreatif spontan.

2. Kenapa banyak strategi marketing gagal diulang?

Karena bisnis sering mengandalkan feeling atau improvisasi tanpa proses standar, dokumentasi, dan metrik yang jelas.

3. Apa manfaat funnel marketing dalam engineering marketing?

Funnel marketing memastikan lead diarahkan secara sistematis dari awareness hingga konversi, sehingga strategi bisa diulang dan hasil bisa diukur.

4. Apakah semua bisnis perlu engineering marketing?

Ya, terutama bisnis yang ingin scalable & konsisten. Tanpa sistem, pertumbuhan bergantung pada individu dan sulit diukur.

5. Bagaimana testing & iterasi membantu strategi marketing?

Testing memungkinkan bisnis mengetahui strategi mana paling efektif, sementara iterasi memastikan strategi berkembang dan optimal sebelum di-scale.

6. Apa risiko jika tidak mendokumentasikan strategi marketing?

Strategi yang berhasil bisa hilang saat tim berganti, sulit diulang, dan hasilnya tidak konsisten. Dokumentasi adalah inti dari marketing yang bisa diulang.

7. Apakah kreatifitas masih penting di engineering marketing?

Sangat penting, tapi kreatifitas harus dibungkus sistem, sehingga ide kreatif bisa diimplementasikan, diukur, dan direplikasi secara konsisten.

Ayo Hitung Potensi dan Budgeting Digital Marketing Bisnis Anda

Kalkulator Estimasi ROI Digital Marketing – Gowebbagus

Gunakan kalkulator ini untuk memperkirakan potensi ROI dari aktivitas digital marketing bisnis Anda.

Banyak bisnis kecil berkembang pesat karena berani mulai dari website sederhana, Anda pun bisa!

Tim Gowebbagus bantu dari perencanaan, desain, sampai digital marketing-nya.

PENCARIAN
PENULIS
Picture of Dinda

Dinda

KATEGORI
PERUBAHAN TREND BISNIS 2026
LAYANAN
ARTIKEL SERUPA
Engineering Marketing

Di era digital yang serba cepat, banyak brand masih mengandalkan …

tidak semua pertumbuhan itu baik

Pertumbuhan bisnis sering kali menjadi obsesi utama para pelaku usaha, …

“Sistem” Jadi Kunci

Kalau bisnismu jalan‑jalan tapi tidak berkembang, bukan berarti “pasarnya jelek”. …

Digital Marketing

Digital marketing sering digambarkan sebagai “senjata ajaib” yang bisa langsung …