Tidak sedikit pemilik bisnis merasa sudah memiliki website yang “bagus”.
Desainnya modern, warnanya rapi, bahkan menggunakan teknologi terbaru. Namun kenyataannya, pengunjung datang lalu pergi tanpa melakukan apa pun.
Masalahnya sering kali bukan pada desain visual, melainkan pada User Experience (UX) yang tidak disadari bermasalah. Artikel ini akan membahas kesalahan UX paling umum yang membuat website terlihat profesional di permukaan, tetapi gagal menjalankan fungsi utamanya: mengarahkan pengguna untuk bertindak
Quiz: Seberapa Baik UX Website Anda?
1. Apakah pengunjung langsung tahu tujuan halaman saat pertama dibuka?
2. Apakah navigasi website mudah dipahami tanpa perlu berpikir?
3. Apakah CTA (tombol aksi) terlihat jelas dan konsisten?
4. Seberapa cepat website Anda diakses?
5. Apakah desain membantu pengguna, bukan sekadar terlihat menarik?
Website Bagus Tidak Selalu Berarti Website Efektif
Banyak website dinilai dari:
- Tampilan visual
- Animasi
- Layout modern
Berikut ini kami berikan kesalahan UX yang biasanya tidak di sadari oleh pemilik website, jangan sampai kamu melakukan kesalahan ini ya.
1. Terlalu Banyak Informasi di Halaman Awal
Homepage sering dijadikan “etalase semua hal”:
- Semua layanan
- Semua keunggulan
- Semua promo
Akibatnya:
- Pengguna bingung
- Fokus hilang
- Tidak tahu harus klik ke mana
Prinsip UX yang Benar
Homepage seharusnya:
- Menjelaskan siapa Anda
- Untuk siapa website ini
- Apa langkah selanjutnya
2. Navigasi Tidak Intuitif
Menu yang terlalu kreatif sering jadi masalah:
- Nama menu tidak umum
- Struktur tidak konsisten
- Terlalu banyak sub-menu
Pengguna tidak mau berpikir terlalu keras.
Jika mereka tidak menemukan yang dicari dalam beberapa detik, mereka akan pergi.
3. CTA Tidak Jelas atau Terlalu Banyak
CTA (Call To Action) adalah arah yang Anda berikan kepada pengguna.
Kesalahan umum:
- Terlalu banyak tombol
- CTA tidak spesifik
- CTA tersembunyi
Website tanpa CTA yang jelas ibarat toko tanpa kasir.
4. Terlalu Fokus ke UI, Lupa Alur Pengguna
UI membuat website terlihat menarik. UX membuat website bekerja.
Banyak website:
- Cantik
- Tapi alurnya tidak logis
- Tidak memikirkan perjalanan pengguna
5. Website Lambat dan Tidak Responsif
Tidak ada UX yang baik di website lambat.
Fakta:
- Loading > 3 detik meningkatkan bounce rate drastis
- Mobile user sangat sensitif terhadap performa
Kecepatan adalah bagian dari pengalaman pengguna, bukan sekadar urusan teknis
Perbandingan: Website Berbasis UI vs Website Berbasis UX
| Aspek | Website Fokus UI | Website Fokus UX |
| Tampilan | Menarik secara visual | Sederhana dan fungsional |
| Kemudahan penggunaan | Sering membingungkan | Intuitif |
| Alur pengguna | Tidak terencana | Terstruktur |
| Konversi | Rendah | Lebih tinggi |
| Kepuasan pengguna | Tidak konsisten | Stabil |
Dampak UX Buruk bagi Bisnis
UX yang buruk dapat menyebabkan:
- Bounce rate tinggi
- Iklan tidak efektif
- Trust rendah
- Peluang penjualan hilang
Masalahnya, UX buruk tidak selalu terlihat secara kasat mata
Ciri Website dengan UX yang Baik
Website dengan UX yang baik biasanya:
- Mudah dipahami tanpa penjelasan
- Navigasi konsisten
- Informasi tersusun jelas
- CTA terlihat dan relevan
- Cepat di semua perangkat
Pengguna merasa “dibantu”, bukan “dipaksa”.
Mengapa UX Penting untuk SEO dan Digital Marketing?
Google semakin menilai:
- Interaksi pengguna
- Durasi kunjungan
- Perilaku klik
UX yang baik:
- Meningkatkan dwell time
- Menurunkan bounce rate
- Mendukung performa SEO jangka panjang
UX untuk Bisnis Jasa, UMKM, dan Perusahaan
Bagi bisnis:
- Website sering menjadi kontak pertama
- UX menentukan kesan profesional
- UX mempermudah proses closing
Website dengan UX buruk sering membuat bisnis terlihat:
- Tidak siap
- Tidak profesional
- Sulit dipercaya
Bagaimana Memperbaiki UX Website?
Langkah awal:
- Pahami tujuan pengguna
- Sederhanakan struktur halaman
- Perjelas CTA
- Optimalkan kecepatan
- Uji dari sudut pandang pengguna awam
UX bukan soal selera, tapi soal perilaku manusia.
Kesimpulan
Website yang efektif bukan yang paling ramai desainnya, melainkan yang paling mudah digunakan dan dipahami. Jika website Anda terlihat bagus tapi sepi pengunjung atau minim konversi, besar kemungkinan masalahnya ada pada UX yang tidak disadari. UX bukan tren sesaat, melainkan fondasi website modern yang berorientasi hasil.
FAQ
Tidak. Justru UMKM sangat diuntungkan dengan UX yang baik.
Tidak selalu. UX lebih tentang perencanaan daripada visual mahal.
Sangat memengaruhi, terutama pada website bisnis dan jasa.
Tidak. UI dan UX harus saling melengkapi.
Saat traffic naik tapi konversi stagnan, UX perlu dievaluasi.