Perilaku Konsumen Berubah Saat Ramadhan

Perilaku Konsumen Berubah Saat Ramadhan, Apakah Website Kamu Siap?

Daftar Isi

Ramadhan bukan hanya bulan ibadah, tapi juga musim paling krusial bagi bisnis. Di Indonesia, momen ini selalu diikuti oleh lonjakan konsumsi, perubahan pola belanja, dan pergeseran aktivitas digital. Sayangnya, banyak brand hanya mengandalkan “promo Lebaran” tanpa menyiapkan website dan strategi digital yang benar‑benar siap menghadapi perubahan perilaku konsumen.

Kalau website‑mu masih seperti biasa—desain sama, konten sama, dan user experience belum dioptimalkan—bisa jadi kamu kehilangan peluang besar di bulan yang paling potensial ini.

Artikel ini akan membahas:

  • Bagaimana perilaku konsumen berubah saat Ramadhan
  • Tren belanja online dan aktivitas digital di bulan puasa
  • Apa yang harus diperbaiki di website agar siap menyambut Ramadhan
  • Strategi konten dan digital marketing yang relevan dengan momen ini
  • Contoh praktis dari brand dan media yang sudah menyesuaikan diri

Quiz: Apakah Website Anda Sudah Siap Menghadapi Perubahan Konsumen Saat Ramadhan?

1. Bagaimana website Anda menghadapi lonjakan pengunjung Ramadhan?

2. Seberapa jelas jalur konversi di website saat Ramadhan?

3. Bagaimana website menyampaikan promo dan konten Ramadhan?

4. Apakah website memantau perilaku pengunjung dan menyesuaikan strategi?

5. Apakah website mampu menyesuaikan pesan sesuai segmen user Ramadhan?


Perilaku Konsumen yang Berubah di Bulan Ramadhan

Ramadhan mengubah cara orang berbelanja, mencari informasi, dan berinteraksi dengan brand. Perubahan ini bukan sekadar “naik dikit”, tapi cukup signifikan untuk memengaruhi keputusan bisnis.

1. Belanja kebutuhan pokok dan produk spesifik Ramadhan

Ramadhan identik dengan peningkatan konsumsi makanan dan minuman. Bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, makanan instan, kurma, sirup, dan kue kering mengalami lonjakan penjualan yang cukup besar.GOWEBBAGUS

Selain itu, ada juga kategori produk yang “musiman” seperti perlengkapan sahur, takjil, hingga paket berbuka. Konsumen mulai mencari produk‑produk ini jauh‑jauh hari, bukan hanya di hari‑hari terakhir sebelum Lebaran.

2. Pergeseran ke belanja online

Ramadhan menjadi momentum kuat bagi e‑commerce dan toko online. Banyak konsumen lebih memilih berbelanja melalui marketplace dan website daripada datang langsung ke toko fisik.pasardana+1

Data menunjukkan bahwa alokasi dana belanja di bulan Ramadhan meningkat dibandingkan bulan‑bulan biasa, dan sebagian besar transaksi dilakukan secara online.

3. Aktivitas digital meningkat, terutama di malam hari

Saat puasa, banyak orang lebih aktif menggunakan smartphone dan media sosial, terutama menjelang berbuka dan setelah sahur. Konsumsi video, konten pendek, dan live streaming juga meningkat.instagram+1

Ini berarti brand yang mampu menjangkau audiens di waktu‑waktu ini memiliki peluang engagement yang lebih besar.

4. Konsumsi lebih tinggi setelah menerima THR

Momen menjelang Idul Fitri menjadi puncak peningkatan konsumsi karena masyarakat telah menerima Tunjangan Hari Raya (THR). Konsumen cenderung berbelanja lebih banyak untuk kebutuhan lebaran seperti pakaian, hampers, produk elektronik, dan perlengkapan rumah tangga.

Ini adalah waktu yang tepat untuk menawarkan promo, bundling produk, atau program loyalty yang menarik.


Tren Belanja Online dan Aktivitas Digital di Ramadhan 2026

Ramadhan 2026 diprediksi menjadi fase paling padat di dunia digital. Data menunjukkan bahwa konsumsi video dan aktivitas digital melonjak di bulan puasa, terutama di malam hari.

1. Peningkatan transaksi online

Riset menunjukkan bahwa 74% konsumen meningkatkan alokasi dana belanja di bulan Ramadhan dibandingkan tahun lalu.koran-jakarta+1

Selain itu, jumlah transaksi di e‑commerce juga meningkat signifikan, terutama di kategori fashion, makanan, dan perlengkapan anak.

2. Jam belanja yang berubah

Pola konsumsi tidak lagi terpusat pada satu momen saja. Konsumen berpindah dari satu kebutuhan ke kebutuhan lain di waktu yang berbeda.

Jam makan siang menjadi waktu utama berlangsungnya transaksi, dan pola ini berlanjut bahkan melonjak saat Ramadhan.wikipedia

3. Kategori produk yang paling diminati

Kategori FMCG (fast‑moving consumer goods) mencatat kenaikan rata‑rata nilai belanja konsumen hingga 27,5%, diikuti kategori travelling sebesar 14%, dan fashion sebesar 13,5%.​

Fashion muslim, makanan, dan perlengkapan anak menjadi kategori yang paling diminati menjelang Lebaran.


Tabel 1 – Perubahan Perilaku Konsumen Saat Ramadhan

Perilaku KonsumenYang Sering Brand AbaikanDampak Jika Website Tidak Siap
Cari promo & penawaran khususFokus konten biasaTraffic naik tapi konversi rendah
Membaca konten edukatif sebelum membeliHanya menampilkan produkPengunjung bingung, exit rate tinggi
Belanja di jam tertentu (saat santai/menjelang berbuka)Tidak ada optimasi timingWebsite overload atau peluang terlewat
Memperhatikan review & testimoniTidak ditampilkanKehilangan trust → konversi gagal
Multiplatform browsing (HP & desktop)Fokus desktop sajaPengalaman buruk di mobile → user drop

Tabel 2 – Kesalahan Website yang Sering Membuat Brand Gagal Konversi

Kesalahan UmumPersepsi BrandDampak Tersembunyi
Landing page tidak spesifik Ramadhan“Homepage sudah cukup”Pengunjung tidak diarahkan → konversi rendah
CTA tidak jelas atau membingungkan“Cukup tombol beli”Klik minim → traffic sia-sia
Tidak memantau perilaku user“Traffic naik sudah bagus”Tidak tahu di mana user drop → strategi salah arah
Konten tidak personalisasi“Satu strategi untuk semua”Tidak relevan → engagement rendah
Optimasi mobile lambat“Website responsive”Checkout rumit → penjualan hilang

Apakah Website Kamu Sudah Siap Menyambut Ramadhan?

Banyak brand sibuk menyiapkan promo dan konten media sosial, tapi lupa memastikan bahwa website‑nya siap menampung lonjakan traffic dan konversi.

1. Kecepatan loading website

Di bulan Ramadhan, traffic website bisa melonjak drastis. Jika website‑mu lambat, konsumen akan cepat meninggalkan halaman dan mencari alternatif lain.

Pastikan website‑mu:

  • Menggunakan hosting yang stabil
  • Mengoptimalkan gambar dan file
  • Mengurangi jumlah plugin yang tidak perlu

2. Desain yang responsif dan user‑friendly

Konsumen banyak mengakses website dari smartphone. Pastikan desain website‑mu responsif, mudah dinavigasi, dan tidak membingungkan.money.kompas.com

Gunakan:

  • Tombol CTA yang jelas
  • Menu yang mudah diakses
  • Formulir yang singkat dan tidak rumit

3. Konten yang relevan dengan Ramadhan

Website bukan hanya tempat menjual produk, tapi juga tempat memberikan informasi dan solusi. Buat konten yang relevan dengan Ramadhan, seperti:

  • Panduan persiapan Ramadhan
  • Tips hemat belanja online
  • Rekomendasi produk untuk sahur dan berbuka

Konten ini akan membantu meningkatkan engagement dan membangun kepercayaan audiens.kumparan

4. Fitur pembayaran dan checkout yang mudah

Pastikan proses checkout di website‑mu sederhana dan cepat. Konsumen tidak suka ribet saat ingin berbelanja, terutama di bulan Ramadhan.

Gunakan:

  • Metode pembayaran yang lengkap
  • Opsi cicilan atau promo khusus
  • Konfirmasi transaksi yang jelas

Strategi Konten dan Digital Marketing yang Relevan dengan Ramadhan

Untuk menyambut Ramadhan, brand perlu menyesuaikan strategi konten dan digital marketing dengan perilaku konsumen yang berubah.

1. Konten edukatif dan informatif

Buat konten yang memberikan nilai tambah, seperti:

  • Tips hemat belanja online
  • Panduan memilih produk yang tepat
  • Informasi tentang promo dan diskon

Konten edukatif cenderung lebih banyak dibagikan dan di‑save oleh audiens.

2. Konten visual yang menarik

Gunakan visual yang estetik dan relevan dengan Ramadhan, seperti:

  • Gambar makanan dan minuman untuk sahur dan berbuka
  • Desain promo yang menarik
  • Video pendek yang menunjukkan pengalaman berbelanja

Konten visual yang menarik akan menarik perhatian di tengah lautan konten lain.

3. Storytelling yang menyentuh emosi

Cerita yang menyentuh emosi cenderung lebih mudah diingat dan dibagikan. Buat konten yang menunjukkan:

  • Pengalaman berbelanja di bulan Ramadhan
  • Kisah keluarga yang bersiap untuk Lebaran
  • Testimoni pelanggan yang puas dengan produk

Storytelling yang baik akan membangun hubungan emosional dengan audiens.

4. Kolaborasi dengan influencer dan artis

Kolaborasi dengan influencer atau artis bisa membantu menjangkau audiens yang lebih luas. Pilih influencer yang relevan dengan brand dan target audiens.instagram+1

Gunakan:

  • Konten kolaborasi yang autentik
  • Konten yang menunjukkan pengalaman nyata
  • Konten yang mengajak audiens berinteraksi

Contoh Praktis dari Brand dan Media

Beberapa brand dan media sudah menyesuaikan strategi mereka dengan perilaku konsumen di bulan Ramadhan.

1. E‑commerce dan marketplace

E‑commerce besar memanfaatkan Ramadhan untuk meningkatkan transaksi dengan:

  • Promo besar‑besaran
  • Diskon khusus
  • Program loyalty

Hasilnya, jumlah transaksi meningkat signifikan di bulan puasa.

2. Media dan platform digital

Media besar menggunakan konten edukatif dan informatif untuk menjangkau audiens di bulan Ramadhan. Mereka juga memanfaatkan video dan konten pendek untuk meningkatkan engagement.koran-jakarta+1

3. Brand lokal dan UMKM

Brand lokal dan UMKM memanfaatkan media sosial dan website untuk menawarkan promo khusus Ramadhan. Mereka juga menggunakan konten visual yang menarik untuk menarik perhatian audiens.


Kesimpulan: Saatnya Menyusun Ulang Strategi untuk Ramadhan

Ramadhan adalah momen yang paling potensial bagi bisnis. Perilaku konsumen berubah, aktivitas digital meningkat, dan belanja online melonjak. Jika website‑mu belum siap, kamu bisa kehilangan peluang besar.

Pastikan website‑mu:

  • Cepat dan responsif
  • Mudah dinavigasi
  • Menyediakan konten yang relevan dengan Ramadhan
  • Memiliki proses checkout yang sederhana

Selain itu, susun strategi konten dan digital marketing yang sesuai dengan perilaku konsumen di bulan puasa. Dengan pendekatan yang tepat, kamu bisa memanfaatkan momen Ramadhan untuk meningkatkan engagement, membangun brand awareness, dan mendorong konversi.


FAQ

1. Kenapa perilaku konsumen berubah drastis saat Ramadhan?

Karena pola waktu, kebutuhan emosional, dan prioritas belanja ikut berubah. Konsumen lebih selektif, sensitif terhadap nilai, dan cenderung mencari solusi yang relevan dengan momen Ramadhan.

2. Apakah benar traffic Ramadhan lebih tinggi tapi konversi bisa menurun?

Iya. Traffic memang naik, tapi jika website tidak siap secara funnel, CTA, dan pengalaman pengguna, lonjakan traffic justru berakhir tanpa penjualan.

3. Bagian website apa yang paling krusial dioptimasi saat Ramadhan?

Landing page, CTA, kecepatan mobile, serta konten yang menyesuaikan kebutuhan Ramadhan. Ini sering jadi titik gagal yang tidak disadari brand.

4. Kenapa banyak pengunjung hanya melihat-lihat tanpa membeli?

Karena pesan tidak relevan, alur konversi membingungkan, atau kurang trust signal seperti testimoni dan jaminan. Konsumen Ramadhan butuh kepastian, bukan sekadar promo.

5. Apakah semua bisnis perlu campaign Ramadhan khusus di website?

Tidak semua, tapi hampir semua bisnis perlu penyesuaian pesan dan pengalaman pengguna agar tetap relevan dengan kondisi konsumen selama Ramadhan.

6. Bagaimana cara mengetahui website sudah siap menghadapi perilaku konsumen Ramadhan?

Dengan melihat data perilaku pengunjung, tingkat konversi, waktu kunjungan, dan jalur funnel. Jika banyak drop sebelum CTA, berarti website belum siap.

7. Apa langkah paling sederhana tapi berdampak besar saat Ramadhan?

Menyederhanakan alur konversi, menyesuaikan konten dengan kebutuhan Ramadhan, dan memastikan website cepat serta nyaman di mobile.

Ayo Hitung Potensi dan Budgeting Digital Marketing Bisnis Anda

Kalkulator Estimasi ROI Digital Marketing – Gowebbagus

Gunakan kalkulator ini untuk memperkirakan potensi ROI dari aktivitas digital marketing bisnis Anda.

Banyak bisnis kecil berkembang pesat karena berani mulai dari website sederhana, Anda pun bisa!

Tim Gowebbagus bantu dari perencanaan, desain, sampai digital marketing-nya.

PENCARIAN
PENULIS
Foto van Dinda

Dinda

KATEGORI
PERUBAHAN TREND BISNIS 2026
LAYANAN
ARTIKEL SERUPA
Engineering Marketing

Di era digital yang serba cepat, banyak brand masih mengandalkan …

tidak semua pertumbuhan itu baik

Pertumbuhan bisnis sering kali menjadi obsesi utama para pelaku usaha, …

“Sistem” Jadi Kunci

Kalau bisnismu jalan‑jalan tapi tidak berkembang, bukan berarti “pasarnya jelek”. …

Digital Marketing

Digital marketing sering digambarkan sebagai “senjata ajaib” yang bisa langsung …