{"id":32267,"date":"2026-01-20T10:00:19","date_gmt":"2026-01-20T03:00:19","guid":{"rendered":"https:\/\/gowebbagus.id\/?p=32267"},"modified":"2026-01-13T12:23:46","modified_gmt":"2026-01-13T05:23:46","slug":"studi-pengaruh-digital-marketing-pada-umkm-produksi-pangan-peran-media-sosial-dan-marketplace-terhadap-pertumbuhan-bisnis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gowebbagus.id\/nl\/studi-pengaruh-digital-marketing-pada-umkm-produksi-pangan-peran-media-sosial-dan-marketplace-terhadap-pertumbuhan-bisnis\/","title":{"rendered":"Studi Pengaruh Digital Marketing pada UMKM Produksi Pangan: Peran Media Sosial dan Marketplace terhadap Pertumbuhan Bisnis"},"content":{"rendered":"\n
Digital marketing telah merevolusi cara Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produksi pangan beroperasi di era digital saat ini. Penelitian ini menganalisis pengaruh strategi digital terhadap pertumbuhan bisnis, dengan fokus pada media sosial dan marketplace. Studi menunjukkan bahwa pemanfaatan platform ini meningkatkan penjualan hingga 50% bagi UMKM olahan pangan.<\/p>\n\n\n\n
UMKM produksi pangan mendominasi sektor ekonomi Indonesia, menyumbang lebih dari 60% lapangan kerja dan kontribusi PDB nasional. Namun, tantangan seperti persaingan ketat dan keterbatasan akses pasar menghambat pertumbuhan mereka. Digital marketing muncul sebagai solusi, memungkinkan pelaku usaha menjangkau konsumen luas tanpa biaya besar.\u200b<\/p>\n\n\n\n
Di tengah pandemi dan pasca-pandemi, adopsi digital melonjak, terutama untuk produk pangan seperti makanan olahan, camilan, dan minuman tradisional. Penelitian di Gorontalo menemukan bahwa 100% UMKM olahan pangan menggunakan media digital untuk pemasaran. Marketplace seperti Shopee dan Tokopedia, serta media sosial Instagram dan TikTok, menjadi kanal utama yang mendorong agresivitas kinerja pemasaran.journal.areai+1\u200b<\/p>\n\n\n\n