Di era digital, pelaku usaha dihadapkan pada dua pilihan utama untuk berjualan online: membangun toko online sendiri (website) atau memanfaatkan marketplace seperti Shopee dan Tokopedia. Keduanya sama-sama menawarkan peluang penjualan, namun memiliki pendekatan, kontrol, dan dampak jangka panjang yang sangat berbeda terhadap bisnis.
Artikel ini akan membahas secara objektif perbandingan toko online vs marketplace, kekurangan marketplace, serta alasan kuat mengapa bisnis serius membutuhkan website sendiri. Disajikan dengan dua sudut pandang (angle) agar relevan untuk UMKM hingga perusahaan yang ingin naik kelas.
Quiz: Toko Online vs Marketplace
Jawab 5 pertanyaan berikut untuk mengetahui mana yang lebih menguntungkan bagi bisnis Anda.
1. Apa tujuan utama bisnis Anda saat ini?
2. Seberapa penting kontrol penuh atas tampilan dan brand?
3. Bagaimana strategi harga yang ingin Anda jalankan?
4. Apakah Anda ingin memiliki data pelanggan sendiri?
5. Bagaimana rencana bisnis Anda 2–3 tahun ke depan?
Toko Online vs Shopee/Tokopedia
Marketplace sering dianggap sebagai jalan pintas untuk mulai berjualan karena infrastrukturnya sudah siap. Sementara itu, toko online berbasis website adalah aset digital milik bisnis sepenuhnya. Perbedaan ini terlihat jelas ketika dibandingkan secara menyeluruh.
| Aspek | Toko Online | MarketPlace |
| Kepemilikan Aset | 100% milik bisnis | Milik platform marketplace |
| Kontrol brand | Bebas (desain, konten, pengalaman pengguna) | Sangat terbatas, seragam dengan toko lain |
| data pelanggan | Dikuasai penuh (email, perilaku, remarketing) | Dikuasai marketplace |
| Biaya Jangka Panjang | Lebih efisien dan stabil | Banyak potongan (komisi, iklan, promo wajib) |
| persaingan harga | Lebih sehat dan fleksibel | Sangat ketat, perang harga |
Dari Tabel diatas terlihat bahwa marketplace unggul di kemudahan awal, namun toko online unggul dalam kontrol, keberlanjutan, dan nilai bisnis jangka panjang.
Kekurangan Marketplace yang Jarang Disadari
Banyak penjual merasa marketplace aman, padahal ada sejumlah keterbatasan strategis yang sering diabaikan.
Marketplace membuat bisnis terlihat besar di awal, tetapi sulit berkembang secara mandiri. Brand Anda bukan yang diingat pelanggan, melainkan nama marketplace-nya.
Beberapa kekurangan utama marketplace antara lain
- Perang harga ekstrem, karena produk Anda berdampingan langsung dengan ratusan kompetitor
- Ketergantungan algoritma, penjualan bisa turun drastis saat sistem berubah
- Biaya tersembunyi, seperti komisi, iklan berbayar, dan potongan promo
- Data pelanggan tidak bisa dimanfaatkan, sulit membangun loyalitas
- Risiko suspend atau penalti, meski kesalahan kecil atau perubahan kebijakan
Dalam jangka panjang, marketplace lebih cocok sebagai channel penjualan, bukan fondasi utama bisnis digital.
Kenapa Bisnis Butuh Website Sendiri?
Website bukan sekadar tempat jualan, tetapi pusat kendali digital bisnis. Dengan website sendiri, bisnis memiliki identitas, kredibilitas, dan strategi yang tidak bisa diambil alih pihak lain.
Website memungkinkan Anda membangun:
- Brand positioning yang kuat
- Kepercayaan pelanggan jangka panjang
- Strategi pemasaran mandiri (SEO, iklan, email marketing, retargeting)
- Nilai perusahaan yang lebih tinggi di mata investor atau klien besar
Website juga membuat bisnis terlihat lebih profesional, terutama untuk B2B, jasa, atau produk bernilai tinggi.
Strategi Ideal: Bukan Memilih, Tapi Menggabungkan
Pendekatan paling realistis adalah menggunakan marketplace sebagai channel, dan website sebagai pusat brand.
Marketplace berfungsi untuk:
- Mendapatkan trafik cepat
- Menjangkau pasar luas
Website berfungsi untuk:
- Edukasi brand
- Closing pelanggan loyal
- Membangun database pelanggan
Dengan strategi ini, bisnis tidak bergantung pada satu platform saja
Perspektif Strategis dalam Memilih Toko Online atau Marketplace
Fokus Transaksi Cepat dan Penjualan Awal
Jika tujuan utama adalah cepat mendapatkan transaksi, marketplace memang unggul. Trafik sudah tersedia, sistem pembayaran dan logistik siap, serta cocok untuk:
- Pebisnis pemula
- Produk impulsif dan harga rendah
- Tes pasar awal
Namun, pertumbuhan dengan fokus ini cenderung jangka pendek, penuh persaingan harga, dan sulit membangun loyalitas pelanggan.
Fokus Pembangunan Brand dan Keberlanjutan Bisnis
Jika tujuan bisnis adalah bertumbuh secara berkelanjutan, website menjadi fondasi utama. Website membantu membangun aset digital yang:
- Dapat berkembang tanpa batas platform
- Tidak bergantung pada kebijakan pihak ketiga
- Meningkatkan kepercayaan dan valuasi brand
Marketplace dapat berubah atau ditinggalkan, tetapi website akan terus bekerja untuk bisnis Anda dalam jangka panjang.
Strategi Ideal: Bukan Memilih, Tapi Menggabungkan
Pendekatan paling realistis adalah menggunakan marketplace sebagai channel, dan website sebagai pusat brand.
Marketplace berfungsi untuk:
- Mendapatkan trafik cepat
- Menjangkau pasar luas
Website berfungsi untuk:
- Edukasi brand
- Closing pelanggan loyal
- Membangun database pelanggan
Dengan strategi ini, bisnis tidak bergantung pada satu platform saja.
Kesimpulan
Marketplace adalah tempat berjualan, sedangkan website adalah aset bisnis. Jika tujuan Anda hanya transaksi cepat, marketplace cukup. Namun jika ingin membangun brand, kredibilitas, dan keberlanjutan bisnis, website sendiri bukan pilihan, melainkan kebutuhan.
Bisnis yang kuat bukan yang ramai hari ini saja, tetapi yang tetap relevan dan dipercaya dalam jangka panjang.
FAQ
Ya. Website membantu UMKM terlihat lebih profesional dan membangun kepercayaan jangka panjang
Dalam jangka pendek marketplace terlihat murah, tetapi dalam jangka panjang website lebih efisien karena minim potongan
Bisa, melalui SEO, Google Ads, dan konten berkualitas yang konsisten.
Masih penting sebagai channel tambahan, bukan sebagai satu-satunya sumber penjualan
Hampir semua bisnis cocok, terutama jasa, B2B, brand lokal, dan bisnis yang ingin naik kelas.